Selasa, 12 Oktober 2010

My Autobiografi...

My Autobiografi...

Megi Lia Putri, lahir di Maninjau, Kab.Agam, Sumatra Barat pada tanggal 06 Februari 1990. Anak keenam dari lima bersaudara yang lahir dari seorang ayah yang bernama Yazrim dan seorang ibu yang bernama Yuliastri, kedua orang tua yang selalu menjadi inspirasi dan motivasi terbesar hidup saya.

2 tahun menyelesaikan TK di TK MURNI MANINJAU, sekolah yang banyak memberikan ilmu-ilmu baru pada saya, dengan guru-guru yang sangat peduli sekali dengan pendidikan muridnya,guru-guru yang perhatian, kasih sayang yang tercurah benar-benar ikhlas dari hati mereka. Meraka itu pulalah yang mengajarkan kepada saya pentingnya sebuah cita-cita.

6 tahun berikutnya saya habiskan waktu saya di SD 06 MANINJAU, sekolah yang mengajarkan saya untuk membaca, berhitung, mengenal alam sekitar, dan banyak lagi hal-hal baru yang sebelumnya tidak pernah saya ketahui .

Selama 6 tahun itu saya tidak hanya menghabiskan waktu harian saya untuk bersekolah saja,tetapi saya juga terdaftar sebagai murid disalah satu sekolah mengaji dikampung saya, MDA AIR BARU MANINJAU,selama mengaji di MDA ini banyak sekali ilmu-ilmu islam yang saya dapatkan. Setelah mengaji, sore harinya saya membantu ayah untuk menjaga warung di pasar dekat rumah saya sampai maghrib, dari kecil ayah telah mengajarkan kami untuk merasakan susahnya hidup, agar nantinya kami bisa kuat dan terbiasa dengan apapun yang akan terjadi, karena ayah pernah bilang “kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi pada kita nantinya”. Kehidupan keluarga sayapun dulu pernah mengalami kemunduran ,saat ibu dipanggil Sang Maha Kuasa untuk kembali ke pangkuanNya dan tepat pada saat itupun ekonomi moneter sedang terjadi di negri ini,akibatnya ekonomi keluarga sayapun kacau,karena kami hanya berharap dari penghasillan ayah sebagai seorang pedagang , akan tetapi ayah selalu meyakinkan kami semua (saya dan kakak saya),kalau kami semua pasti akan bangkit lagi, tidak ada kata meyerah dalam keluarga kami. Dan sekarang ayah bisa dengan bangga menggantungkan foto wisuda S1 anak-anaknya , tinggal saya yang akan menyempurnakan mimpi ayah,melihat dan menggantungkan dengan bangga foto S1 anak keenamnya.

Setelah 6 tahun di SD,dan setelah melewati masa-masa sulit keluarga saya,saya memasuki masa-masa terpenting dalam hidup saya, masa dimana saya beranjak remaja, masa dimana saya belajar untuk bersosialisasi dengan baik, belajar untuk hidup disiplin,teratur, mengerti apa arti seorang teman dan sahabat,dan sebagainya. Dimasa 3 tahun ini jugalah saya mengenal sosok guru yang benar-benar membuat saya menagis ketika harus meninggalkan sekolah saya ini, sekolah yang banyak seklai mengajarkan kehidupan kepada saya, terima kasih unuk SMPN 1 TJ RAYA.

Masa putih abu-abu saya selesaikan di SMAN 1 MANINJAU. Sekolah yang sampai saat ini masih dibanggakan karena kenangan-kenangan yang menyenangkan dan tak terlupakan.

Selepas dari SMA saya bertekad harus melanjutkan pendidikan saya ke Perguruan Tinggi, akan tetapi pada saat itu saya mengalami dilema yang mengharuskan saya memilih antara melanjutkan ke Perguruan Tinggi di kota PekanBaru atau di kota besar Jakarta. Akhirnya dengan petunjuk Allah dan dengan mempertimbangkan baik dan buruknya, maka saya memutuskan untuk melanjutkan sekolah saya di Jakarta.

2 bulan setelah UAN SMA selesai saya langsung ke Jakarta untuk mencoba SNMPTN, akan tetapi saya tidak lolos dalam ujiannya. Pengalaman gagal masuk PTN tidak membuat saya putus asa dan menyesal dengan pilihan saya, akan tetapi justru membuat saya semangat dan yakin kalau saya bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga saya, saya juga yakin bahwa Allah telah mengatur dan mempersiapkan dengan baik semuanya.

Dengan semangat dan keyakinan itulah akhirnya saya terdaftar sebagai salah seorang mahasiswi disalah satu PTS di kota Depok Jawa Barat. Hampir 2,5 tahun sudah saya menghabiskan waktu saya di UNIVERSITAS GUNADARMA, tepatnya di Fakultas Ilmu Komputer, Jurusan Sistem Informasi. Alhamdulillah berkat semangat, keyakinan, dan kerja keras saya bisa mendapatkan nilai yang cukup baik yang bisa saya banggakan kepada keluarga saya terutama ayah, akan tetapi semuanya belum cukup,saya harus berusaha lebih giat lagi.

Thanks for my family, special for my father.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar